Pengantar Penulis
Saya
bukan orang yang tergila-gila dengan film sebangsa Harry Potter
ataupun The Lord of The Ring. Alih-alih takjub dengan
cerita atau sistem efeknya... saya justeru memikirkan tentang
legenda-legenda di Indonesia.
Sewaktu
kecil, saya sangat suka membaca cerita
atau dongeng-dongeng dari berbagai daerah di tanah air. Ibu saya yang
guru SD, selalu membawakan saya buku-buku cerita dari perpustakaan.
Duh, senangnya.
Saya
menjadi pelahap buku di jaman itu. Maka dongeng-dongeng seperti Joko
Tarub yang menikah dengan dayang peri, pergulatan kekuatan antara
Loro Jonggrang dengan Bandung Bondowoso, juga cerita mahis
Sangkuriang yang ingin menikahi ibunya serta cerita penuh kekuatan
gaib tentang babad kerajaan laut selatan... sudah menjadi akrab di
telinga dan di benak. Cerita itu bahkan sering hidup di dalam fantasi
saya.
Setiap
melihat film-film yang berkaitan dengan dimensi lain yang digarap
sineas Amerika, saya selaku membayangkan... betapa dahsyatnya jika
cerita-cerita yang ada di masyarakat Indonesia tentang dimensi yang
sama itu, divisualisasikan dalam sebuah film sejarah yang aksional.
Pastinya fenomenal sekali tuh. Dan sebagai penulis, saya memiliki
ketertarikan sangat kuat terhadap dunia di luar kasat mata karena
saya meyakini bahwa dunia itu memang ada, riil, cuma tidak tertangkap
oleh mata telanjang atau mata biasa. Hanya mereka yang memiliki
indera keenam yang bisa menyaksikannya seterang cerita di layar film
dan senyata perasaan mereka yang terlibat di dalamnya kala trans ke
dimensi lain melintasi ruang dan waktu. Luar biasa. Ajaib memang.
Tetapi itulah keMahaKuasaan Allah Ta'ala atas makhluk-makhluk
ciptaanNya.