Selasa, 07 Oktober 2014

MBK Melawan Suwanggi Di Papua



Sore itu, di daratan bagian timur Indonesia yang dikenal sebagai pulau Cendrawasih... kalangan MBL bergetar cemas mendengar kerajaan L di Suriah telah jatuh ke tangan MBK. Berita ternyata tersebar begitu cepat. MBL di Papua sangat panik dan segera menggalang kekuatan. Mereka mengerahkan pasukannya dan segera mendahului menghantam sebatalyon pasukan MBK yang berada di Papua.

Wujud dan rupa pasukan MBL sangat mengerikan mengingat sebagian dari mereka adalah kalangan jin. Mirip wajah-wajah yang ada di film alien atau film horor ala Amerika. Di alam riil, bentuk dan wajah penduduk Papua memang agak berbeda dengan masyarakat Indonesia umumnya, tetapi tak semengerikan wujud dan rupa pasukan MBL.

Di Papua, pasukan MBK dipimpin oleh Ki Amgk I. Semula, ia mengira bahwa MBK setempat akan bisa mengatasi serangan MBL. Namun makin lama, pertempuran ternyata makin sengit karena MBL memakai strategi piramid terbalik. Mereka lebih dulu menurunkan pasukan yang ilmunya terendah, kemudian meningkat tahap demi tahap hingga yang tertinggi.

Hingar bingar dan geraman pasukan MBL terdengar mengangkasa di area pertempuran. Sorort mata mereka menyala mengerikan dan hampir semuanya melotot denngan warna merah. Ki Amgk I beserta pasukannya sedikit kewalahan mendapat rangsekan dari pihak lawan yang semakin lama semakin berat.

Pasukan MBK makin tidak fokus melihat jumlah musuh yang makin lama makin banyak jumlahnya. Ki Amgk I berdoa pada Allah Ta'ala memohon bantuan. Tak lama, WMBK R pun hadir di sana. Sambil memperhatikan keadaan, WMBK R melakukan kontak dengan Si Mas. Secepat kontak terjadi, secepat itu pula tiba di sana seorang laki-laki gagah, tinggi dan tegap. Raut wajahnya sangat tenang menandakan kematangan jiwanya. Semasa hidup di alam manusia, lelaki ini cukup membuat heboh kerajaan ayahandanya. Kisahnya tercatat di setiap lembar catatan sejarah yang mengisahkan perjalanan Kerajaan Nusantara. Dikenal keras hati dan nakal tetapi jujur. Juga sakti tak tertandingi walau tanpa guru.

Lelaki gagah ini sekarang adalah Putera Mahkota Kerajaan Laut Selatan. Ia selalu memantau perkembangan Nusantara dan setia mengiringi perjalanan asuhannya, yakni Si Penunggang Angin.


Dalam kedatangannya kal ini ke Papua, ternyata Sang Pangeran membawa serta gelombang air yang sangat dahsyat. Gelombang air ini bergerak berirama di atas daratan, layaknya hidup dan memiliki ruhnya sendiri. Sangat ajaib memang, karena gelombang ini bisa memilih sasaran. Melihat ketangkasan gelombang yang segera bisa menguasai keadaaan, pasukan MBK setempat langsung mundur dan membiarkan pasukan gelombang laut melanjutkan pertempuran.

Tak berapa lama, tentu saja pasukan MBL kocar kacir. Banyak di antara mereka yang tergulung ombak. Teriakannya saat mereka tergulung, sangat mengerikan. Begitu tergulung, mereka langsung hilang dan tak muncul kembali. Di belakang, di paling belakang barisan pasukan MBL, tampak seorang lelaki berpakian seperti ulama dengan mengenakan sorban dan bertasbih, sedang memberi perintah dan semangat kepada pasukan MBL. Dari dekat orang itu, muncul tiba-tiba sesosok makhluk raksasa. Ia melompat dan langsung menghadapi gelombang laut. Sungguh dahsyat sekali kekuatan makhluk tersebut.

Gelombang ombak tertahan gerakannya. Makhluk besar itu ternyata bukan sembarang makhluk gaib. Melihat keadaan itu, Si Mas langsung mengontak Hulk. Seketika dari ketinggian langit muncul cahaya hijau yang turun melesat seiring teriakannya yang menggetarkan. Hulk sudah tiba. Tanpa menunda lagi, Hulk langsung menghadapi makhluk besar penahan gelombang itu. Ukuran badannya yang jauh lebih besar dengan kekuatan yang juga jauh lebih dahsyat, membuat Hulk tak butuh waktu lama untuk mencabik-cabik makhluk raksasa hitam itu. Terlihat sadis dan kejam memang. Tapi, itulah Hulk. MBL-MBL lainnya pun mengalami nasib sama. Tubuhnya dicabik-cabik layaknya kertas. Perang memang sungguh mengerikan.

Pertempuran kali ini memang banyak terjadi bentrokan enerji dari kedua belah pihak sehingga menimbulkan percikan-percikan api biru. Salah satu dukun MBL yang menahan gelombang air ternyata bernama Tarqius. Ia ditangkap oleh Syekh M yang muncul kemudian. Beliau menangkapnya dan membawanya entah ke mana. Di antara pasukan lainnya yang juga berdatangan adalah pasukan Rajawali yang dipimpin langsung oleh Panglimanya yang cantik dan manis. Mereka menangkapi pasukan MBL dan melemparkannya ke udara. Ditangkap oleh yang Rajawali lainnya dan dibawa terbang tinggi kemudian dihempaskan dari atas.

Sementara Hulk, ia merampas dan menghancurkan senjata lawan yang berfungsi melempar bola api. Malang bagi Matrius, panglima MBL yang berasal dari MBL timur itu ditangkap oleh Panglima Burung. Tubuhnya dicabik-cabik oleh kuku Rajawali. Pasukan MBK makin di atas angin. Sementara pasukan MBL, hancur lebur. Anggotanya yang tersisa, menyerah dan diikat. Yang menghilang tanpa ketahuan jejaknya hanyalah Suwanggi. Dia tahu akan kalah, makanya dia melarikan diri. Dialah yang menghasut MBL Papua untuk mencari keuntungan. Namun karena melihat pasukan MBL hancur, ia pun melesat pesat melarikan diri.

Akhir cerita, semua pasukan MBK kembali ke posnya masing-masing kecuali Panglima Burung, ia masih berada di tempat. Peperangan telah usai,Papua kembali kondusif. Adzan maghrib hampir berkumandang. WMBK R mendapat visi tentang tugas barunya, itu adalah di sebuah tempat bernama Karbala ! Karbala? (*)


(Kejadian, Rabu, 1 Oktober 2014 Pukul 2.19 pm)