Selasa, 07 Oktober 2014

Pertarungan Di Tanah Syam



Malam itu setelah usai pertempuran di Rusia, ternyata Hulk mampir ke kediaman WMBK 'R'. Dia datang cuma untuk menyampaikan salam sebelum melanjutkan perjalanan pulangnya ke Kerajaan Paloh.

Esoknya, kala matahari pagi mulai merangkak naik hingga sepenggalah, WMBK R mendapat panggilan untuk segera berangkat ke negara bagian timur tengah, tepatnya negeri Syam – yang sekarang dikenal sebagai Suriah... tempat di mana konflik beradu sepanjang sejarah dan masa.

Tiba di Suriah, hembusan angin terasa menyengat membakar kulit. WMBK R melihat para mujahid sedang melakukan pertemuan sambil dalam keadaan siaga selalu. Sepertinya mereka sudah terbiasa dalam keadaan seperti itu mengingat konflik dan peperangan di sana hampir tak pernah reda. Pertemuan yang dilakukan di sebuah masjid itu sedang membahas strategi perang. Wajah-wajah yang hadir di situ belum dikenal oleh WMBK R yang diam-diam mengawasi dari jauh. Di sampingnya, WMBK R merasai siuran angin yang menandakan bahwa di sampingnya hadir pula Si Penunggang Angin.

Suriah bisa dikatakan daerah tandus, kering. Jika melepas pandang dari mesjid ke arah utara, yang tampak hanyalah lautan padang pasir atau gurun. Daerah itu sudah kosong. Sudah ditinggalkan oleh para penghuninya yang mungkin pergi mengungsi ke Turki ataupun ke tempat-tempat lain dekat perbatasan mengingat tidak kondusifnya kehidupan mereka di Suriah.

Si Penunggang Angin bertanya pada WMBK R jika kemungkinan ia membutuhkan bantuan pasukan. Yang ditanya mengangguk dan menggumam perlahan, “Yaa... perlu, perlu. Saya butuh bantuan dari segala penjuru alam. MBL telah melakukan invasi, maka saya butuh bantuan dari pusat,” sahutnya.
Si Penunggang Angin melesat menuju batas garis khatulistiwa di mana siang bolong tengah mencapai titik kulminasi di sana. Bayangan orang takkan menampak. Si Penunggang Angin menemui salah seorang sesepuh yang sedang duduk sendiri. Ujud lahiriahnya sudah cukup tua. Beliau adalah Raja Dayak Kuno (RDK) di jamannya. Beliau sudah sangat akrab dengan Si Penunggang Angin.

Si Penunggang angin segera menjelaskan tujuan kedatangannya menghadap RDK. Ia juga memberitahukan bahwa saat itu setiap kabupaten di Kalimantan telah menyiapkan 5000 pasukan Dayak cadangan namun ia butuh dan minta kesediaan RDK untuk melatih pasukan tersebut di tempat pertempuran langsung demi menegakkan kebenaran.

Setelah berpikir sejenak, RDK setuju menerima usul dan permintaan itu. Adapun Si Penunggang Angin segera melesat balik ke Suriah. Tak lama kemudian, dari ujung langit... tampak burung-burung bergerombol datang yang ketika semakin dekat makin nyata terlihat. Ternyata adalah gerombolan burung Rajawali besar dengan para penunggang di atas punggungnya. Merekalah utusan dari sang RDK. Satu per satu Rajawali itu mendarat. Adapun penunggangnya, ada yang berkalungkan taring-taring, ada juga yang berwujud beruang besar yang tubuhnya sangat kekar, khas pasukan Dayak yang menuju perang. Sementara para Rajawali sendiri, wajah-wajahnya sangat buas dan bengis, seolah mereka adalah makhluk yang sangat haus akan peperangan.

Di antara mereka juga tampak Hulk. Ia selalu hadir hampir di semua peperangan ternyata. Keseluruhan pasukan tampak siap dan siaga. Mereka tak pernah menyerang duluan, hanya bertahan dan membalas.

Sementara itu, dari arah pasukan lawan yang terdiri dari jin-jin bertanduk dan MBL, mendadak melayang bola-bola api menuju pasukan MBK. Sorak sorai yang gegap gempita terdengar segera sebagai pertanda mulainya peperangan. Pasukan MBK belum turun semuanya, hanya pasukan Rajawali yang menyambar ke sana ke mari. Teriakan mereka menggetarkan relung-relung langit Suriah. Menggetarkan siapa saja yang bisa mendengarnya. Sungguh, sungguh dahsyat.

Peperangan masih terus berlanjut. Tiba-tiba terdengar desir angin menghempas dan menghembus keras. Debu dan pasir berhamburan deras ke atas. Pasukan burung bergegas mundur. Pasukan MBL masih di medan area. Decit angin semakin keras meraung, berputar keras mengangkat apa saja. Memutarnya dalam pusarannya yang dahsyat. Pasukan MBL terjebak di dalamnya. Dalam badai angin. Mereka tak berkutik sama sekali. Tak tahu harus ke mana.

WMBK R tersenyum melihat pemandangan itu. Rupanya pasukan Penunggang Angin datang dan langsung melibatkan diri. Mereka lah yang tadi menyerang dengan kekuatan badai angin hingga membuat porak poranda pasukan MBL. Peperangan seketika tuntas. Lapangan yang tadi merupakan medan peperangan, kini sudah bersih. Entah apa yang terjadi dengan pasukan MBL. Entah sudah hancur atau entah dikrangkeng. Tak ada yang tahu di mana. Hanya si Penunggang Angin yang mungkin tahu.

Untuk sesaat, kini Suriah dalam keadaan kondusif. Pasukan MBL tak lagi nampak di benteng pertahanan mereka yang kini telah diambil alih oleh pasukan MBK yang telah mengalahkan mereka di medan perang. Peperangan yang sangat singkat memang namun WMBK R menyatakan pada pemimpin pasukan MBK setempat bahwa akan ada serangan lanjutan di malam hari nanti sehingga pasukan MBK harus tetap siaga.

***
Ketika adzan maghrib di Indonesia berkumandang, nun jauh di Suriah sana... di bekas medan pertempuran tadi, para mujahid MBK sedang berada di benteng bekas wilayah MBL. Mereka berdiri berjajar menghadap ke wilayah sebuah kerajaan yang letaknya tak jauh dari lokasi benteng. Seluruh panglima DK masih berkumpul di sana dan bergabung dengan pasukan MBK setempat. Di antara mereka ada Panglima Beruang, Panglim Taring, Panglima Burung dan pasukan Penunggang Angin. Pasukan Penunggang Angin adalah pasukan gandaan atau kloning dari Si Penunggang Angin yang bisa menggandakan dirinya sebanyak yang dia butuhkan dengan masing-masing kekuatan yang sama dan serupa dahsyatnya dengan Si Penunggang Angin asli.

Dan beberapa saat kemudian, di gerbang kerajaan jin, laksana Prince of Persia, Si Penunggang Angin siaga berjaga-jaga karena pasukan MBL dan para jin sedang bersiap melakukan serangan balik terhadap pasukan MBK. Dan ketika serangan itu benar-benar dilakukan, para MBK pun tentu saja membalasnya. Ada beberapa MBL yang terkena tombak api. Rupanya sebagian dari MBL itu melakukan kerjasama dengan para jin untuk menguasai kehidupan di Suriah dengan berbagai cara. Kerajaan jin tersebut bernama L (disamarkan karena tidak etis menyebutnya).

Awalnya, kerajaan itu sangat sulit ditembus. Pertahanan mereka sangat kuat. Mungkin karena mereka terbiasa dalam peperangan. Namun lama kelamaan pertahanan mereka jebol juga. Pasukan MBK berhasil menembus benteng mereka dan laksana air bah, pasukan MBK langsung menduduki dan menguasai kerajaan jin itu.

Tetapi, laksana pepatah... patah satu tumbuh seribu, itulah yang terjadi dengan pasukan MBL. Satu terbunuh, datang lagi pasukan lainnya yang sangat banyak sehingga terjadi pembantaian. WMBK R menggunakan pedangnya yang bercahaya dan dapat bergerak sendiri layaknya makhluk hidup. Sementara tak jauh darinya, tampak Hulk sedang bergerak memporak-porandakan pasukan musuh.

Riuh rendah jerit kesakitan terdengar bercampur baur dari pihak lawan yang terkena libasan pedang, tusukan tombak dan jugaledakan enerji lainnya. Pasukan mereka dibabat habis oleh pasukan MBK sehingga akhirnya hanya tersisa tiga jin saja di pihak musuh. Dialah Raja Jin dan dua pengiringnya. MBL sudah tuntas ditumpas.

Tiba-tiba, datang seorang gagah yang sangat tidak asing bagi kalangan MBK. Seorang berkacamata hitam yang selalu sangat suka lagu India Hudd Hudd Dabangg. Siapa lain kalau bukan Chulbul Pandey Alaydrus, yang tiba dengan kendaraan Humvee.

Dia mendekati Raja Jin yang bersama dua pengiringnya sudah terikat dalam posisi duduk. Kemudian, tanpa banyak bicara, Chulbul mengeluarkan pedangnya. Ia menebaskannya segera ke leher tiga jin tersebut. Matilah mereka. Chulbul kemudian membuat lingkaran di atas pasir di kerajaan jin tersebut. Semua mata memandang heran pada perbuatannya, termasuk WMBK R dan Si Penunggang Angin. Semua memandang tak berkedip. Lingkaran itu mengeluarkan api berwarna biru dan perlahan namun pasti, cahaya api biru itu naik menjulang ke langit. Kiranya itu sebagai pertanda bahwa daerah tersebut sudah mutlak dikuasai oleh MBK. Itu berarti sejak saat itu, bekas kerajaan jin L itu akan menjadi tempat berkumpulnya pasukan MBK. (*)


(Kejadian : Selasa, 30 September 2014 Pukul 11.54 am )