Malam
itu setelah usai pertempuran di Rusia, ternyata Hulk mampir ke
kediaman WMBK 'R'. Dia datang cuma untuk menyampaikan salam sebelum
melanjutkan perjalanan pulangnya ke Kerajaan Paloh.
Esoknya,
kala matahari pagi mulai merangkak naik hingga sepenggalah, WMBK R
mendapat panggilan untuk segera berangkat ke negara bagian timur
tengah, tepatnya negeri Syam – yang sekarang dikenal sebagai
Suriah... tempat di mana konflik beradu sepanjang sejarah dan masa.
Tiba
di Suriah, hembusan angin terasa menyengat membakar kulit. WMBK R
melihat para mujahid sedang melakukan pertemuan sambil dalam keadaan
siaga selalu. Sepertinya mereka sudah terbiasa dalam keadaan seperti
itu mengingat konflik dan peperangan di sana hampir tak pernah reda.
Pertemuan yang dilakukan di sebuah masjid itu sedang membahas
strategi perang. Wajah-wajah yang hadir di situ belum dikenal oleh
WMBK R yang diam-diam mengawasi dari jauh. Di sampingnya, WMBK R
merasai siuran angin yang menandakan bahwa di sampingnya hadir pula
Si Penunggang Angin.
Suriah
bisa dikatakan daerah tandus, kering. Jika melepas pandang dari
mesjid ke arah utara, yang tampak hanyalah lautan padang pasir atau
gurun. Daerah itu sudah kosong. Sudah ditinggalkan oleh para
penghuninya yang mungkin pergi mengungsi ke Turki ataupun ke
tempat-tempat lain dekat perbatasan mengingat tidak kondusifnya
kehidupan mereka di Suriah.
Si
Penunggang Angin bertanya pada WMBK R jika kemungkinan ia membutuhkan
bantuan pasukan. Yang ditanya mengangguk dan menggumam perlahan,
“Yaa... perlu, perlu. Saya butuh bantuan dari segala penjuru alam.
MBL telah melakukan invasi, maka saya butuh bantuan dari pusat,”
sahutnya.
Si
Penunggang Angin melesat menuju batas garis khatulistiwa di mana
siang bolong tengah mencapai titik kulminasi di sana. Bayangan orang
takkan menampak. Si Penunggang Angin menemui salah seorang sesepuh
yang sedang duduk sendiri. Ujud lahiriahnya sudah cukup tua. Beliau
adalah Raja Dayak Kuno (RDK) di jamannya. Beliau sudah sangat akrab
dengan Si Penunggang Angin.
Si
Penunggang angin segera menjelaskan tujuan kedatangannya menghadap
RDK. Ia juga memberitahukan bahwa saat itu setiap kabupaten di
Kalimantan telah menyiapkan 5000 pasukan Dayak cadangan namun ia
butuh dan minta kesediaan RDK untuk melatih pasukan tersebut di
tempat pertempuran langsung demi menegakkan kebenaran.
Setelah
berpikir sejenak, RDK setuju menerima usul dan permintaan itu. Adapun
Si Penunggang Angin segera melesat balik ke Suriah. Tak lama
kemudian, dari ujung langit... tampak burung-burung bergerombol
datang yang ketika semakin dekat makin nyata terlihat. Ternyata
adalah gerombolan burung Rajawali besar dengan para penunggang di
atas punggungnya. Merekalah utusan dari sang RDK. Satu per satu
Rajawali itu mendarat. Adapun penunggangnya, ada yang berkalungkan
taring-taring, ada juga yang berwujud beruang besar yang tubuhnya
sangat kekar, khas pasukan Dayak yang menuju perang. Sementara para
Rajawali sendiri, wajah-wajahnya sangat buas dan bengis, seolah
mereka adalah makhluk yang sangat haus akan peperangan.
Di
antara mereka juga tampak Hulk. Ia selalu hadir hampir di semua
peperangan ternyata. Keseluruhan pasukan tampak siap dan siaga.
Mereka tak pernah menyerang duluan, hanya bertahan dan membalas.
Sementara
itu, dari arah pasukan lawan yang terdiri dari jin-jin bertanduk dan
MBL, mendadak melayang bola-bola api menuju pasukan MBK. Sorak sorai
yang gegap gempita terdengar segera sebagai pertanda mulainya
peperangan. Pasukan MBK belum turun semuanya, hanya pasukan Rajawali
yang menyambar ke sana ke mari. Teriakan mereka menggetarkan
relung-relung langit Suriah. Menggetarkan siapa saja yang bisa
mendengarnya. Sungguh, sungguh dahsyat.
Peperangan
masih terus berlanjut. Tiba-tiba terdengar desir angin menghempas dan
menghembus keras. Debu dan pasir berhamburan deras ke atas. Pasukan
burung bergegas mundur. Pasukan MBL masih di medan area. Decit angin
semakin keras meraung, berputar keras mengangkat apa saja. Memutarnya
dalam pusarannya yang dahsyat. Pasukan MBL terjebak di dalamnya.
Dalam badai angin. Mereka tak berkutik sama sekali. Tak tahu harus ke
mana.
WMBK
R tersenyum melihat pemandangan itu. Rupanya pasukan Penunggang Angin
datang dan langsung melibatkan diri. Mereka lah yang tadi menyerang
dengan kekuatan badai angin hingga membuat porak poranda pasukan MBL.
Peperangan seketika tuntas. Lapangan yang tadi merupakan medan
peperangan, kini sudah bersih. Entah apa yang terjadi dengan pasukan
MBL. Entah sudah hancur atau entah dikrangkeng. Tak ada yang tahu di
mana. Hanya si Penunggang Angin yang mungkin tahu.
Untuk
sesaat, kini Suriah dalam keadaan kondusif. Pasukan MBL tak lagi
nampak di benteng pertahanan mereka yang kini telah diambil alih
oleh pasukan MBK yang telah mengalahkan mereka di medan perang.
Peperangan yang sangat singkat memang namun WMBK R menyatakan pada
pemimpin pasukan MBK setempat bahwa akan ada serangan lanjutan di
malam hari nanti sehingga pasukan MBK harus tetap siaga.
***
Ketika
adzan maghrib di Indonesia berkumandang, nun jauh di Suriah sana...
di bekas medan pertempuran tadi, para mujahid MBK sedang berada di
benteng bekas wilayah MBL. Mereka berdiri berjajar menghadap ke
wilayah sebuah kerajaan yang letaknya tak jauh dari lokasi benteng.
Seluruh panglima DK masih berkumpul di sana dan bergabung dengan
pasukan MBK setempat. Di antara mereka ada Panglima Beruang, Panglim
Taring, Panglima Burung dan pasukan Penunggang Angin. Pasukan
Penunggang Angin adalah pasukan gandaan atau kloning dari Si
Penunggang Angin yang bisa menggandakan dirinya sebanyak yang dia
butuhkan dengan masing-masing kekuatan yang sama dan serupa
dahsyatnya dengan Si Penunggang Angin asli.
Dan
beberapa saat kemudian, di gerbang kerajaan jin, laksana Prince of
Persia, Si Penunggang Angin siaga berjaga-jaga karena pasukan MBL dan
para jin sedang bersiap melakukan serangan balik terhadap pasukan
MBK. Dan ketika serangan itu benar-benar dilakukan, para MBK pun
tentu saja membalasnya. Ada beberapa MBL yang terkena tombak api.
Rupanya sebagian dari MBL itu melakukan kerjasama dengan para jin
untuk menguasai kehidupan di Suriah dengan berbagai cara. Kerajaan
jin tersebut bernama L (disamarkan karena tidak etis menyebutnya).
Awalnya,
kerajaan itu sangat sulit ditembus. Pertahanan mereka sangat kuat.
Mungkin karena mereka terbiasa dalam peperangan. Namun lama kelamaan
pertahanan mereka jebol juga. Pasukan MBK berhasil menembus benteng
mereka dan laksana air bah, pasukan MBK langsung menduduki dan
menguasai kerajaan jin itu.
Tetapi,
laksana pepatah... patah satu tumbuh seribu, itulah yang terjadi
dengan pasukan MBL. Satu terbunuh, datang lagi pasukan lainnya yang
sangat banyak sehingga terjadi pembantaian. WMBK R menggunakan
pedangnya yang bercahaya dan dapat bergerak sendiri layaknya makhluk
hidup. Sementara tak jauh darinya, tampak Hulk sedang bergerak
memporak-porandakan pasukan musuh.
Riuh
rendah jerit kesakitan terdengar bercampur baur dari pihak lawan yang
terkena libasan pedang, tusukan tombak dan jugaledakan enerji
lainnya. Pasukan mereka dibabat habis oleh pasukan MBK sehingga
akhirnya hanya tersisa tiga jin saja di pihak musuh. Dialah Raja Jin
dan dua pengiringnya. MBL sudah tuntas ditumpas.
Tiba-tiba,
datang seorang gagah yang sangat tidak asing bagi kalangan MBK.
Seorang berkacamata hitam yang selalu sangat suka lagu India Hudd
Hudd Dabangg. Siapa lain kalau bukan Chulbul Pandey Alaydrus,
yang tiba dengan kendaraan
Humvee.
Dia mendekati Raja
Jin yang bersama dua pengiringnya sudah terikat dalam posisi duduk.
Kemudian, tanpa banyak bicara, Chulbul mengeluarkan pedangnya. Ia
menebaskannya segera ke leher tiga jin tersebut. Matilah mereka.
Chulbul kemudian membuat lingkaran di atas pasir di kerajaan jin
tersebut. Semua mata memandang heran pada perbuatannya, termasuk WMBK
R dan Si Penunggang Angin. Semua memandang tak berkedip. Lingkaran
itu mengeluarkan api berwarna biru dan perlahan namun pasti, cahaya
api biru itu naik menjulang ke langit. Kiranya itu sebagai pertanda
bahwa daerah tersebut sudah mutlak dikuasai oleh MBK. Itu berarti
sejak saat itu, bekas kerajaan jin L itu akan menjadi tempat
berkumpulnya pasukan MBK. (*)
(Kejadian : Selasa, 30 September 2014 Pukul 11.54 am )