Untuk
tetap 'be updated' tentang berita dan aktifitas MBK - Manusia Bunian Kebenaran, aku
memang WhatsApp-an tiap hari dengan Harry Panca. Ia seperti radar
ataupun satelit yang mampu memantau semua kegiatan
MBK dan membagi ceritanya padaku.
Malam itu, aku juga tengah chatting dengannya. Aku tanya padanya jika ia tahu atau pernah mendengar tentang keberadaan sebuah mesjid yang sangat indah di kotaku, yang karena keindahannya, kini justeru menjadi seperti obyek wisata. Arsitekturnya yang lebih Eropa, menarik minat para wisatawan domestik maupun asing. Antusiasme wisatawan ini tentu saja membawa implikasi pada lingkungan sekitar. Antara lain, bus-bus besar para wisatawan menjadi pemicu salah satu macetnya lalu lintas di kawasanku.
Tetapi,
tentunya itu bukan masalah yang krusial. Yang mengherankanku... aku
pribadi justeru tak terlalu tertarik dengan mesjid itu. Pernah sekali
ke sana, itupun sekedar mengantar bundaku yang sangat ingin
berkunjung ke sana, mengingat beliau tinggal di Banten. Entah
kenapa, aku punya perasaan gak enak ketika berdiri di depan pagar
tinggi kediaman pemilik mesjid itu. Pagarnya beton seperti benteng
walaupun tidak menutup semua. Tetapi, memang bukan bentuk pagarnya
yang bikin aku tak enak. Tetapi aura mistis yang terasa di kulitku
yang membuat perasaanku tak nyaman. Semacam keangkeran yang membuatku
ngeri. Dan memberiku rasa tak aman.
Lewat
WhatsApp, kukirim dua foto hasil bidikanku saat mengantar bundaku
dulu itu, ke Harry Panca. Berapa saat setelah mencermati foto itu,
Harry Panca tersentak kaget. “Gila !” pekiknya lewat kata.
Kiranya
ia menangkap hal yang lebih buruk dari yang aku merasanya. Saat itu
pula ia meminta WMBK R untuk memeriksa halnya mesjid itu. Dan
ternyata... laporan WMBK R membenarkan firasatku. Bahkan ia punya
kesaksian lain yang lebih dahsyat. Maka malam itu... (cerita
lengkapnya ada di cerita berjudul 'Mencecah Kabut Hitam Di Jakarta')
Selamat menikmati !
Selamat menikmati !