Rabu, 08 Oktober 2014

Manusia Bunian Kebenaran (MBK), Antara Mitos Dan Realitas



Ketika pesawat MH370 Malaysia jatuh dan hilang di Ukraina, tiba-tiba saja
mengemuka isu bahwa pesawat itu konon ditembak jatuh oleh Manusia Bunian.
Manusia Bunian? Jujur saja, isu kata itu sangat menggangguku. Aku pernah dengar tentang manusia bunian, tetapi versinya tidak secanggih itu. Bahkan wikipedia menyimpulkannya sebagai manusia primitif dengan paras yang... maaf,
tidak sedap dilihat.

Dan versi lainnya menyatakan bahwa Manusia Bunian itu sejenis jin, bisa mengubah diri jadi apa saja. Bisa dibilang bahwa definisi Manusia Bunian dalam berbagai versi yang telah kubaca, banyak yang sama sekali tidak mendekati kebenaran riil tentang mereka. Ini tentu saja bisa membawa kita pada informasi yang 'misleading' alias menyesatkan.

Dan sebagian kalangan bahkan menepis isu tentang Manusia Bunian itu dan menudingnya sebagai isu takhayul. Tetapi isu bahwa Manusia Bunian menembak jatuh MH370 itu memang dirilis oleh pihak Malaysia secara konstitusional ataupun tidak. Dan satu pertanyaan yang tersisa dibenakku adalah... jika Malaysia yang masih sangat lekat kemelayuannya menyatakan seperti itu... kemungkinan besar eksistensi mahluk bunian itu memang riil dong? Jadi, poinnya bagiku bukanlah tentang Manusia Bunian ' yang menembak' tetapi justeru 'tentang' Manusia Bunian itu sendiri. Pastilah ada kebenaran di balik itu.

Asa berharap gayung bersambut. Itulah kata pepatah kuno yang tetap relevan. Allah Yang Maha Kuasa ternyata membantuku menjawab semua pertanyaan besar ini melalui perkenalan dengan beberapa orang yang justeru 'terhubung' langsung dengan dimensi itu. Kusebut dimensi, karena Manusia Bunian ternyata memang bukan sekedar mitos. Mereka riil ada tetapi tinggal dan menetap di dimensi yang berbeda dengan kita yang notabene manusia biasa. Dan juga, mereka manusia, bukan jin. Mungkin, bisa dibilang bahwa merekalah manusia seutuhnya, manusia yang telah mencapai 'kefanaan total' secara ruhani dan kesempurnaan akal dalam aspek kemanusiaannya yang paripurna. Makanya, nama mereka adalah Manusia Bunian Kebenaran atau MBK. Karena kebenaran yang mereka yakini dan mengamalkannya adalah kebenaran yang hakiki, bukan kebenaran interpretasi.

Maka, akupun mempelajari dengan bertanya banyak tentang halnya mereka. Menimba ilmunya langsung dari yang haq. Dan lucunya, mereka justeru tidak terpencil dan tidak terbelakang. Mereka hidup paralel dengan kita. Hidup di dua alam. Kadang hidup menyatu bersama manusia biasa, kadang hidup gaib atau halimunan. Getting interesting, right? :)

Mereka hanya bisa dilihat oleh orang yang memiliki indera keenam. Tetapi ketika mereka sedang berbaur dengan kita di kehidupan yang nyata... mereka 'mewadag', tetapi mungkin kita tak menyadari bahwa dia adalah seorang MBK. (*)