Sebenarnya setiap manusia selalu tertarik dan terikat dengan hal kehidupan yang paling dalam. Hal keabadian, hal kedamaian, hal keruhanian. Dan hal kebaikan, apapun bentuknya, selalu menyentuh dan menggugah. Bukankah jiwa jahat sekalipun bisa disentuh dan disadarkan dengan kebaikan?
Berapa
banyak airmata terurai deras ketika kita menonton sebuah film yang
sangat menyentuh, misalnya? Berapa liter air mata menitik ketika
menyaksikan kebaikan mengalahkan kejahatan? Manusia itu, diciptakan
secara ruhani oleh Rabbnya. Sisi kemanusiaannya, akan tetap ada... mengendap di dasar nuraninya... sejahat apapun dia. Ada selalu harapan bagi manusia untuk kembali ke jalan Rabbnya, sebagaimana Rabbnya adalah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.
Ini,
tentu saja berbeda dengan iblis dan setan. Mereka memang diciptakan
dari api dan dinyawai dengan dendam, sebagai antagonis dari tabiat
manusia. Maka, dengan sangat jelas dan termaktub di berbagai ayat
AlQur'an, Allah Ta'ala menegaskan, “Inna shaytaanu
aduwwummubiiin...” yang artinya, sesungguhnya setan itu musuh yang sangat nyata.
Dan
kisah-kisah di blog ini adalah kisah peperangan antara kebatilan dan
kebenaran, kejahatan dan kebaikan. Mungkin tidak terlihat riil...
tetapi sungguh ada dan terjadi. Dialami dan disaksikan oleh mereka
yang mata batinnya... atau Mata Ketiga (MK3)nya telah terbuka
terhadap alam dan dimensi lain. Sebagai penulis, saya terkoneksi
langsung dengan periwayat yang menjadi penghubung dan penyaksi semua
kejadian yang diceritakan. Ia lah penghubung saya ke dimensi yang
paralel dengan dunia manusia kita. Semoga kita semua dikaruniai keberkahan dan keterbukaan ilmu terhadap segala entitas di luar entitas kita sebagai 'aslamtu' terhadap keMahaBesaran Allah Ta'ala yang Maha Kuasa atas segala kehendakNya.